nenek lagi sakit .kata dokter sih batu ginjal ya allah gak kebayang banget lah sakit nya itu gimana .jam 1 malem nenek bangun gara-gara perut nya sakit tp alhamdulillah udh mendingan waktu di kasih sama kakek minum air panas kukuh .
hapir nangis liat nenek waktu pulang skolah kemarin .nenek cma bisa tidur di kamar .gak bisa ngapa-ngapain .mau solat aja berasa susah banget .badan nenek lemes .
tadi waktu pulang sekolah nenek lagi makan .cuma makan nasi putih ,itu juga dikit banget di campur sma air sma garem juga .itu juga nasi nya gak habis masih ada sisanya
ya allah gak kuat banget lah liatin nenek gini terus .kemarin juga nenek kena sakit jantung dan cuma dapet puasa selama 1 MINGGU ! berasa banget kan parah nya sakit nenek ?
gw sayang banget lah sama nenek .dari kecil udah deket banget sama nenek .di masakin makanan sama nenek terus .masakan yang enaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk bangettttttttttttt .semua cucu nya juga sayang sama nenek
ya allah semoga nenek cepet sembuh .mau belajar masak sama nenek spya bisa jadi istri yang pinter masak ntr klo udh punya suami
GWS NENEK SAYANG :********
Jumat, 30 September 2011
Sabtu, 24 September 2011
Jumat, 23 September 2011
JUST STORY
THE LAST GUERDON
sore itu hari sangat mendung sekali. awan hitam bertebaran di langit
menampakkan keperkasaannya yang menguasai langit sore pada saat itu. intan
seorang gadis berumur 18 tahun sedang duduk di depan teras rumah nya.
Menundukkan kepala nya kebawah serta memeluk kedua kakinya yang pada saat itu
ditekukkannya. Intan teringat akan kejadian 2 tahun lalu yang tak akan
pernah dilupakannya.
sore itu danis sang pacar yang sangat dicintai nya datang menjemput intan
di rumah nya . mereka telah berpacaran selama 3 tahun sejak kelas 2 SMA. Intan
yang telah menunggu kehadiran sang pacar terlihat senyum ketika suara motor
Danis yang sudah sangat di kenal Intan memasuki pekarangan rumah Intan yang
teduh akan pepohonan yang rindang. Intan segera merapikan rambut dan
pakaiannya. Intan berlari kedepan untuk menyambut sang pacar. Danis tersenyum
ketika melihat Intan yang sangat cantik mengenakan celana jins panjang yang
dipadukan dengan dress mini berwarna merah bermotif bunga mawar merah. Danis
turun dari motor nya seraya membuka helm dan memasuki teras rumah Intan. Ia
mencium kening Intan. Intan tersenyum melihat tingkah laku sang pacar yang
memang selama ini selalu begitu kalau datang menemui Intan. Sebelum pergi,
Danis meminta izin kepada mama Intan akan mengajak Intan pergi. Mama Intan
sudah mengenal baik siapa Danis. Anak yang ramah, baik, dan sopan.
Danis dan Intan meninggalkan pekarangan rumah Intan menuju jalan raya yang
akan mereka lewati. Intan memeluk sang pacar dengan erat. Kali ini tujuan
mereka adalah taman. Tempat dimana Danis menembak Intan dulu. Tempat yang
sangat nyaman bagi mereka berdua. Sesampainya di taman, mereka langsung menuju
tempat yang biasanya mereka tempati. Dibawah pohon yang rindang dan teduh yang
mengarah ke tanaman bunga mawar merah. Bunga kesukaan Intan.
Mereka kemudian duduk dibawah pohon tersebut. Bercakap tentang kuliah dan
masa depan. Intan tahu bahwa Danis akan melanjutkan kuliahnya ke Amerika karena
itu permintaan ayahnya karna Danis anak pertama dari 3 bersaudara dan harus
meneruskan perusahaan ayahnya. Intan tahu ia harus menerima kenyataan itu dan
harus menunggu Danis selama kurang lebih 5 tahun berada disana. Namun Intan tak
mempermasalahkan hal tersebut karena ia tahu Danis sangata mencintainya dan tak
akan berpaling darinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Danis sudah berjanji pada mama Intan
akan mengantarkan Intan pulang sebelum magrib.
Danis menggas motornya melewati jalanan taman yang di penuhi penjual kaki
lima dan para pengunjungnya. Ketika itu langit mendung sekali. Awan yang
tadinya berubah cerah sekarang berwarna hitam. Butir-butir air pun mulai
berjatuhan. Semakin lama semakin deras membasahi baju mereka dan jalanan yang
sedang mereka lewati. Danis tidak memberhentikan motornya karna ia mengejar
waktu yang sudah semakin sore. Intan sudah berulang kali meminta Danis untuk
berhenti tetapi Danis tetap kekeh. Intan pun mengeratkan pelukannya.
Ketika diperempatan menuju rumah Intan, ada truk yang berlawanan arah
dengan mereka. Truk tersebut tidak melihat motor yang dikendarai Danis karena
hujan yang sangat deras. Kecelakaan pun terjadi. Truk tersebut menabrak motor
yang dikendarai Danis. Intan jatuh terguling di aspal yang basah oleh hujan. Intan
segera berdiri dan mencari dimana Danis. Intan menangis histeris ketika melihat
danis tergeletak di aspal dan motornya hancur tak berbentuk. Danis mengeluarkan
banyak darah di kepalanya. Intan berlari menghapiri Danis yang tak berdaya
sambil berteriak meminta tolong walaupun ia tahu tak seorang pun yang dapat
mendengar suaranya karena bunyi hujan yang sangat deras. Intan memanggil-manggil
nama Danis. Danis membuka mata dengan sangat perlahan. Dipangkuan Intan, Danis
membelai wajah Intan dengan tangan yang penuh dengan bercak darah. Intan kuasa
menahan tangisannya. Danis tersenyum melihat Intan yang menangis, memasukkan
tangannya kedalam jaketnya dan mengeluarkan sebuah boneka teddy bear mungil kesukaan
Intan.
“Simpan baik-baik boneka ini ya sayang. Aku sayang kamu sampai akhir
hayatku J.”
Danis mengecup pipi Intan dan menutupkan kembali matanya yang tak akan
pernah dibukanya lagi.
Intan sudah mengeluarkan butir-butir air dari pelupuk matanya. Ia tidak
dapat menahan air matanya yang semakin deras bersamaan dengan hujan yang deras.
Intan semakin menundukkan kepalanya dan memeluk erat boneka teddy bear
pemberian terakhir sebelum kepergian Danis. Intan enggan untuk mengingat
kejadian itu tetapi pikirannya semakin memaksa untuk mengingat kejadian
tersebut.
Oleh: Chila Angela Venia
Langganan:
Komentar (Atom)






